Fungsi Excel Untuk Pembulatan Angka (MROUND)

Microsoft Excel merupakan salah satu software yang cukup powerfull untuk pengolahan data. Salah satu bagian dari microsoft excel adalah fungsi atau rumus yang secara otomatis dapat membantu kita untuk mempermudah pengolahan data. Jika dari kita seringkali mempergunakan sofware Excel mmungkin rumus yang sudah familiar adalah SUM. Namun terdapat banyak fungsi lain yang mungkin jarang kita pergunakan. Salah satu fungsi yang ada di Microsoft Excel 2007 adalah MROUND. Kegunaan dari fungsi MROUND adalah untuk pembulatan angka. Saya mempergunakan fungsi ini untuk membulatkan perhitungan periode, perhitungan periode yang saya lakukan adalah secara bulanan namun perhitungan yang saya lakukan mempergunakan tanggal, sehingga memerlukan pembulatan karena apabila tidak dilaukan pembulatan akan menghaslkan perhitungan yang terlalu rinci. Untuk mempergunakan fungsi ini sangatlah mudah, format dari fungsi ini adalah sebagai berikut =MROUND(angka yang dibulatkan; kelipatan pembulatan). Contoh: =MROUND(12.65 ; 1) maka hasil yang akan diperoleh 13 apabila pada angka “1″ (satu) diganti dengan 2 maka angka yang muncul adalah 12

SELAMAT MENCOBA….

Pohon Itu 15 Tahun Yang Lalu

Pohon yang tak kutahu

Pohon yang tak kutahu

Tak tahu pohon apakah itu, tapi pohon itu sejak dulu ada di situ.

Dulu memang tak begitu, tapi itu adalah pohon yang sama.

Pohon 15 tahun yang lalu, pohon yang menjadi saksi bisu.

Perubahan-perubahan di bukit belakang dusunku.

Dulu disitu rimbun, dulu disitu banyak pohon cemara.

Dulu di situ ada mata air, dulu disitu ada burung kutilang.

Sungguh aku rindu, rindu pada masa kecilku.

Pohon itu saksi masa kecilku.

Masa imajinasi yang tinggi.

Masa membayangkan hal-hal yang lucu di akal.

Pohon itu masih tegak, walaupun tak begitu dengan lingkungannya.

Pohon itu tak berubah,tapi tak begitu dengan lingkungannya.

Aku rindu pada bukit belakang dusunku, 15 tahun yang lalu.

Rindu pada nyanyian burungnya.

Rindu pada candaan kawanku.

Rindu pada sejuknya angin bukit di belakang dusunku.

Indah sungguh indah, walaupun itu di dunia.

Gunungsitoli, 1 Sept 09

Mengendalikan Diri Catatan Untuk Sebuah Organisasi

Akhir-akhir ini saya mencoba mendalami sistem pengendalian manajemen, entah makhluk apa yang merasuki diri saya, menjadikan api dalam diri ini berkobar-kobar untuk menggali ilmu yang sudah setahun yang lalu tak terdengar gaungnya sedikitpun ditelinga saya ini, nama salah satu mata kuliah itu kembali menyeruak di balik otak kanan saya. Padahal waktu saya menimba ilmu di salah satu universitas tersohor di negeri ini, mata kuliah ini yang paling menyebalkan sepanjang hayat… dosennya sangat horor… omongannya nyelekit, tapi dibalik itu dia memang punya tujuan jelas, supaya mahasiswa-mahasiswanya yang gebleg seperti saya ini mau membaca teks book. Bener-bener banyak hal yang tak terlupakan dari beliau, mulai dari bagaimana beliau menganalogikan mobil sebagai bentuk dari sebuah perusahaan, menganalogikan tuning dalam radio sebagai bentuk keselarasan tujuan (goal congruence) dan yang paling saya inget kalau sampai ada kata anu maka sang dosen langsung nyeletuk, “anumu di dalam celanamu itu…!!!”. Guyonannya sangat nyelekit dan menjatuhkan mental. Namun hal inilah yang tak terlupakan dari beliau, semoga beliau diberi umur panjang….
Ada satu pertanyaan menggelitik yang ditulis seorang adik kelas waktu saya kuliah, yang kebetulan juga kebingungan. Dia menulis status di facebooknya yang tulisannya begini: “apa bedanya sistem pengendalian manajemen dengan pengendalian internal”. Saya coba membayangkan… siapa tahu masih ada yang membekas di kepala saya mengenai kedua bahasan topik akuntansi itu, tapi ternyata tak ada gambaran sama sekali, karena dua ilmu tadi sudah terkubur entah dimana… nisannya aja gak ada, gimana mau digali?
Semenjak itu saya mengobrak-abrik segunung file-file softcopy, yang kalau di cetak dalam bentuk nyata berupa dokumen bisa berkali-kali lipat tebalnya daripada buku Accounting Principle-nya pak Warren. Saya coba untuk nggresek ngacak-acak siapa tahu ketemu materi yang mbahas sistem pengendalian manajemen maupun pengendalian internal di selipan-selipan file, artikel ataupun powerpoint.
Di powerpoint audit-nya Boynton, saya menemukan satu chapter yang sepenuhnya membahas masalah pengendalian internal. Namun sebagai pembanding terhadapnya, materi mengenai sistem pengendalian manajemen, belum juga saya temukan. Tapi mulai terbersit pula bahwa pengendalian internal lebih condong pada hal pencegahan terhadap adanya penyimpangan, sementara pengendalian manajemen lebih menitikberatkan pada perancangan sistem manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Jadi lingkup dari SPM lebih luas daripada hanya Pengendalian Internal. Selain itu keduanya merupakan kesatuan yang tak terpisah, Pengendalian internal merupakan hal yang bersifat lebih teknis sedangkan sistem pengendalian manajemen lebih bersifat konsep.
Pengendalian Internal memiliki langkah-langkah yang lebih jelas, salah satunya langkah-langkah pengendalian menurut COSO (Committee of Sponsoring Organizations of Treadway Commissions). Dalam pengendalian internal versi COSO disebutkan bahwa ada 5 komponen dan 26 sub komponen:
1. Lingkungan Pengendalian
a. Integritas dan Nilai Etika
b. Komitmen pada Kompetensi
c. Filososfis Manajemen dan Gaya Operasi
d. Struktur Organisasi
e. Penetapan Otoritas dan Pertanggungjawaban
f. Kebijakan Prosedur dan SDM
2. Penilaian Risiko
a. Perumusan Tujuan Secara Keseluruhan
b. Perumusan Tujuan Instansi Pada Tingkat Kegiatan
c. Identifikasi Risiko
d. Analisis Risiko
e. Mengelola Risiko
3. Aktifitas Pengendalian
a. Review pencapaian kinerja utama instansi pemerintah oleh jajaran pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan
b. Pembinaan SDM untuk mencapai hasil yang diharapkan
c. Pemrosesan informasi
d. Pengendalian fisik aset rawan untuk menjaga dan mengamankan aset yang rawan
e. Penetapan dan pemantauan indikator dan ukuran kinerja
f. Pemisahan tugas dan tanggung jawab penting di antara pegawai yang berbedauntuk mengurangi kesalahan, pemborsan, atau kecurangan
g. Pelaksanaan trasaksi da kejadian berdasarkan otorisasi dan dilaksanakan oleh pengawas yang layak
h. Pencatatan transaksi dan kejadian penting lainnya diklasifikasikan dan dicatat secara layak.
i. Pembatasan akses dan pertanggungjawaban atas sumber daya (SD) dan pertanggungjawaban atas penyimpangan ditetapkan
j. Pengendalian intern dan semua transaksidan kejadianpenting lainnya didokumentasikan secara jelas.
4. Informasi dan Komunikasi
a. Informasi
b. Komunikasi
5. Monitoring

Akhir-akhir ini saya mencoba mendalami lagi ilmu akuntansi terkait dengan topik sistem pengendalian manajemen, entah makhluk apa yang merasuki diri saya, menjadikan api dalam diri ini berkobar-kobar (lebay mode on) untuk menggali ilmu yang sudah setahun yang lalu tak terdengar gaungnya sedikitpun ditelinga saya ini, nama salah satu mata kuliah itu kembali menyeruak di balik otak kanan saya. Padahal waktu saya menimba ilmu di salah satu universitas tersohor di negeri ini, mata kuliah ini yang paling menyebalkan sepanjang hayat… dosennya sangat horor*… omongannya nyelekit, tapi dibalik itu dia memang punya tujuan jelas, supaya mahasiswa-mahasiswanya yang gebleg seperti saya ini mau membaca teks book.

Banyak hal yang tak terlupakan dari beliau, mulai dari bagaimana beliau menganalogikan mobil sebagai bentuk dari sebuah perusahaan, menganalogikan tuning dalam radio sebagai bentuk keselarasan tujuan (goal congruence) dan yang paling saya inget kalau sampai ada kata anu maka sang dosen langsung nyeletuk, “anumu di dalam celanamu itu…!!!“. Guyonannya sangat nyelekit dan menjatuhkan mental tapi hal itulah yang tak terlupakan dari beliau, semoga beliau diberi umur panjang….

Ada satu pertanyaan menggelitik yang ditulis seorang adik kelas waktu saya kuliah, yang kebetulan juga kebingungan. Dia menulis status di facebooknya yang tulisannya begini: “apa bedanya sistem pengendalian manajemen dengan pengendalian internal”. Saya coba membayangkan… siapa tahu masih ada yang membekas di kepala saya mengenai kedua bahasan topik akuntansi itu, tapi ternyata tak ada gambaran sama sekali, karena dua ilmu tadi sudah terkubur entah dimana… nisannya aja gak ada, gimana mau digali?

Semenjak itu saya mengobrak-abrik segunung file-file softcopy, yang kalau di cetak dalam bentuk nyata berupa dokumen mungkin bisa berkali-kali lipat tebalnya daripada buku Accounting Principle-nya pak Warren. Saya coba untuk nggreseki satu per satu file, siapa tahu ketemu materi yang mbahas sistem pengendalian manajemen maupun pengendalian internal.

Di file powerpoint audit-nya Boynton, saya menemukan satu chapter yang sepenuhnya membahas masalah pengendalian internal. Namun sebagai pembanding terhadapnya, materi mengenai sistem pengendalian manajemen, belum juga saya temukan. Tapi mulai terbersit pula gambaran yang membedakan kedua topik akuntansi tadi. Pengendalian internal lebih condong pada hal pencegahan terhadap adanya penyimpangan, sementara pengendalian manajemen lebih menitikberatkan pada perancangan sistem manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Jadi lingkup dari SPM lebih luas daripada hanya Pengendalian Internal. Selain itu keduanya merupakan kesatuan yang tak terpisah, Pengendalian internal merupakan hal yang bersifat lebih teknis sedangkan sistem pengendalian manajemen lebih bersifat konsep strategis.

Pengendalian Internal memiliki langkah-langkah yang lebih jelas, salah satunya langkah-langkah pengendalian menurut COSO (Committee of Sponsoring Organizations of Treadway Commissions). Dalam pengendalian internal versi COSO disebutkan bahwa ada 5 komponen dan 26 sub komponen yaitu:

1. Lingkungan Pengendalian

  • Integritas dan Nilai Etika
  • Komitmen pada Kompetensi
  • Filososfis Manajemen dan Gaya Operasi
  • Struktur Organisasi
  • Penetapan Otoritas dan Pertanggungjawaban
  • Kebijakan Prosedur dan SDM

2. Penilaian Risiko

  • Perumusan Tujuan Secara Keseluruhan
  • Perumusan Tujuan Instansi Pada Tingkat Kegiatan
  • Identifikasi Risiko
  • Analisis Risiko
  • Mengelola Risiko

3. Aktifitas Pengendalian

  • Review pencapaian kinerja utama instansi pemerintah oleh jajaran pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan
  • Pembinaan SDM untuk mencapai hasil yang diharapkan
  • Pemrosesan informasi
  • Pengendalian fisik aset rawan untuk menjaga dan mengamankan aset yang rawan
  • Penetapan dan pemantauan indikator dan ukuran kinerja
  • Pemisahan tugas dan tanggung jawab penting di antara pegawai yang berbedauntuk mengurangi kesalahan, pemborsan, atau kecurangan
  • Pelaksanaan trasaksi da kejadian berdasarkan otorisasi dan dilaksanakan oleh pengawas yang layak
  • Pencatatan transaksi dan kejadian penting lainnya diklasifikasikan dan dicatat secara layak.
  • Pembatasan akses dan pertanggungjawaban atas sumber daya (SD) dan pertanggungjawaban atas penyimpangan ditetapkan
  • Pengendalian intern dan semua transaksidan kejadianpenting lainnya didokumentasikan secara jelas.

4. Informasi dan Komunikasi

  • Informasi
  • Komunikasi

5. Monitoring

Untuk mencapai pengedalian internal yang baik maka sebaiknya kelima komponen diatas terpenuhi semuanyah…. tapi tetep ingat konsep bahwa semuanya harus dihitung benefit cost nya, jangan sampai pengendalian internal memakan cost yang lebih besar daripada manfaat yang diperoleh.

*) Prof Arief Suadi MBA

Tiga Nama Satu Orang

Kalau di Arab manggil nama orang dengan “ibnu” diikuti dengan “nama ayahnya” atau “Abu” diikuti “nama anak” , maka hal serupa juga ada di Nias.  Sebagai contoh: di Arab “ibnu Ghazi*”  berarti anaknya ghazi, atau “Abu Falih*” berarti bapaknya Falih. Maka di Nias ada “Ama Tini*” berarti bapaknya Tini, atau “Ina Grace*” berarti Ibunya Grace.

Selain itu juga ada kecenderungan untuk lebih suka memanggil nama seseorang dengan marganya misalkan Mendrofa, Telaumbanua, Lase, Harefa, Zebua, dsb. Hal ini mungkin sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang dengan memanggil nama moyangnya.

Jadi di Nias orang bisa dipanggil dengan banyak nama, yakni nama asli, nama marga, nama anak diawali dengan “ama’ jika laki2 atau “ina” jika wanita.

Example:  Seorang bernama Rahmat Zalukhu* Punya anak bernama Toni Zalukhu*, maka dia bisa dipanggil dengan panggilan:

1. Pak Rahmat,

2. Ama Toni, atau

3. Pak Zalukhu

*) bagi yang punya nama, saya pinjem dulu buat contoh ya!!

Request Timed Out

Tepat hari ini saya senang sekali, karena mendapat banyak hadiah do’a dari temen2 apalagi do’a ini diucapkan pada saat bulan romadhon… insyaAllah makbul. Amiin. Selain itu, rupanya kantor saya telah mengirim beberapa personel ke pulau di ujung barat provinsi sumatera utara ini (nias), untuk menemani saya beberapa pekan ke depan. Hal lain yang tak kalah menyenangkannya adalah saya bisa minjem modem untuk internetan gratis dan bisa memposting satu tulisan saya ini ke WP saya yang baru. Tapi baru mencolokkan modem 5 menit dan mengetikkan alamat situs kesayangan saya di Google chrome ternyata yang muncul tulisan:

Laman web ini tidak tersedia.

Laman web di http://m.facebook.com/home.php?r204cb52a&h7165eeb5&refid=8 mungkin sedang tidak aktif untuk sementara atau dipindahkan ke alamat web baru secara permanen.

Penjelasan lengkap galat ini

Tentu saja saya nggak bermaksud mengakses tulisan diatas, setelah saya uthik2… dan saya coba ping lewat Run maka hasilnya adalah:
request time out

request time out

Kalau dalam dunia kedokteran, melalui alat pemantau denyut jantung maka internet disini bisa dikatakan sekarat alias garis luruuuus yang bunyinya tiiiiiit kayak di sinetron-sinetron (hidup segan mati tak mati-mati). Sebenarnya kecewa tapi apa mau di kata, yang namanya di pelosok ya harus menerima kalau fasilitasnya minim, walaupun udah pakai alat yang modern tetep saja nggak ngefek. Tapi yang penting tulisan ini bisa ter-posting walau bentuknya nggak karuan- aku gak iso ngilangi kurungan abu2. iki piye lek? tulungono? <<< wis iso tapi ngedit ngawur seko HTML…suwun cup.
*haduh nge-postnya ndadak bola bali…

Bingung Arep Nulis Blog

Ini postingan yang ke dua saya di wordpress tapi jujur, karena gak begitu familiar dengan wordpress dan bentuk-e yang rodo2 formal dari kacamata khayalan saya, untuk melakukan postingan di blog baru ini rasanya beraat banget, kayak ngangkat batu kecil yang dibawahnya ternyata ada batu yang segede gaban nempel di batu itu.

batu kecil yang gedhe

batu kecil yang gedhe

Pengen nulis mengenai masalah akuntansi, tapi kayaknya nggak menarik je (mesti yang mo comment udah ill feel mbacanya). terus rencana tak ganti pingin nulis tentang bisnis, sudah ada beberapa ide tapi pas kemarin buat draftnya jebulnya internet rumah sakit tiba-tiba mak pet. Mungkin belum saatnya saya nulis tentang masalah semacam itu. Tapi sekarang udah mulai semangat lagi. doakan saya ya konco2…

Memulai wordpress

WordPress baru ternyata jauuuuh berbeda dengan wordpress lama… dan sekarang saatnya untuk berwordpress ria…..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.