Akhir-akhir ini saya mencoba mendalami sistem pengendalian manajemen, entah makhluk apa yang merasuki diri saya, menjadikan api dalam diri ini berkobar-kobar untuk menggali ilmu yang sudah setahun yang lalu tak terdengar gaungnya sedikitpun ditelinga saya ini, nama salah satu mata kuliah itu kembali menyeruak di balik otak kanan saya. Padahal waktu saya menimba ilmu di salah satu universitas tersohor di negeri ini, mata kuliah ini yang paling menyebalkan sepanjang hayat… dosennya sangat horor… omongannya nyelekit, tapi dibalik itu dia memang punya tujuan jelas, supaya mahasiswa-mahasiswanya yang gebleg seperti saya ini mau membaca teks book. Bener-bener banyak hal yang tak terlupakan dari beliau, mulai dari bagaimana beliau menganalogikan mobil sebagai bentuk dari sebuah perusahaan, menganalogikan tuning dalam radio sebagai bentuk keselarasan tujuan (goal congruence) dan yang paling saya inget kalau sampai ada kata anu maka sang dosen langsung nyeletuk, “anumu di dalam celanamu itu…!!!”. Guyonannya sangat nyelekit dan menjatuhkan mental. Namun hal inilah yang tak terlupakan dari beliau, semoga beliau diberi umur panjang….
Ada satu pertanyaan menggelitik yang ditulis seorang adik kelas waktu saya kuliah, yang kebetulan juga kebingungan. Dia menulis status di facebooknya yang tulisannya begini: “apa bedanya sistem pengendalian manajemen dengan pengendalian internal”. Saya coba membayangkan… siapa tahu masih ada yang membekas di kepala saya mengenai kedua bahasan topik akuntansi itu, tapi ternyata tak ada gambaran sama sekali, karena dua ilmu tadi sudah terkubur entah dimana… nisannya aja gak ada, gimana mau digali?
Semenjak itu saya mengobrak-abrik segunung file-file softcopy, yang kalau di cetak dalam bentuk nyata berupa dokumen bisa berkali-kali lipat tebalnya daripada buku Accounting Principle-nya pak Warren. Saya coba untuk nggresek ngacak-acak siapa tahu ketemu materi yang mbahas sistem pengendalian manajemen maupun pengendalian internal di selipan-selipan file, artikel ataupun powerpoint.
Di powerpoint audit-nya Boynton, saya menemukan satu chapter yang sepenuhnya membahas masalah pengendalian internal. Namun sebagai pembanding terhadapnya, materi mengenai sistem pengendalian manajemen, belum juga saya temukan. Tapi mulai terbersit pula bahwa pengendalian internal lebih condong pada hal pencegahan terhadap adanya penyimpangan, sementara pengendalian manajemen lebih menitikberatkan pada perancangan sistem manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Jadi lingkup dari SPM lebih luas daripada hanya Pengendalian Internal. Selain itu keduanya merupakan kesatuan yang tak terpisah, Pengendalian internal merupakan hal yang bersifat lebih teknis sedangkan sistem pengendalian manajemen lebih bersifat konsep.
Pengendalian Internal memiliki langkah-langkah yang lebih jelas, salah satunya langkah-langkah pengendalian menurut COSO (Committee of Sponsoring Organizations of Treadway Commissions). Dalam pengendalian internal versi COSO disebutkan bahwa ada 5 komponen dan 26 sub komponen:
1. Lingkungan Pengendalian
a. Integritas dan Nilai Etika
b. Komitmen pada Kompetensi
c. Filososfis Manajemen dan Gaya Operasi
d. Struktur Organisasi
e. Penetapan Otoritas dan Pertanggungjawaban
f. Kebijakan Prosedur dan SDM
2. Penilaian Risiko
a. Perumusan Tujuan Secara Keseluruhan
b. Perumusan Tujuan Instansi Pada Tingkat Kegiatan
c. Identifikasi Risiko
d. Analisis Risiko
e. Mengelola Risiko
3. Aktifitas Pengendalian
a. Review pencapaian kinerja utama instansi pemerintah oleh jajaran pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan
b. Pembinaan SDM untuk mencapai hasil yang diharapkan
c. Pemrosesan informasi
d. Pengendalian fisik aset rawan untuk menjaga dan mengamankan aset yang rawan
e. Penetapan dan pemantauan indikator dan ukuran kinerja
f. Pemisahan tugas dan tanggung jawab penting di antara pegawai yang berbedauntuk mengurangi kesalahan, pemborsan, atau kecurangan
g. Pelaksanaan trasaksi da kejadian berdasarkan otorisasi dan dilaksanakan oleh pengawas yang layak
h. Pencatatan transaksi dan kejadian penting lainnya diklasifikasikan dan dicatat secara layak.
i. Pembatasan akses dan pertanggungjawaban atas sumber daya (SD) dan pertanggungjawaban atas penyimpangan ditetapkan
j. Pengendalian intern dan semua transaksidan kejadianpenting lainnya didokumentasikan secara jelas.
4. Informasi dan Komunikasi
a. Informasi
b. Komunikasi
5. Monitoring
Akhir-akhir ini saya mencoba mendalami lagi ilmu akuntansi terkait dengan topik sistem pengendalian manajemen, entah makhluk apa yang merasuki diri saya, menjadikan api dalam diri ini berkobar-kobar (lebay mode on) untuk menggali ilmu yang sudah setahun yang lalu tak terdengar gaungnya sedikitpun ditelinga saya ini, nama salah satu mata kuliah itu kembali menyeruak di balik otak kanan saya. Padahal waktu saya menimba ilmu di salah satu universitas tersohor di negeri ini, mata kuliah ini yang paling menyebalkan sepanjang hayat… dosennya sangat horor*… omongannya nyelekit, tapi dibalik itu dia memang punya tujuan jelas, supaya mahasiswa-mahasiswanya yang gebleg seperti saya ini mau membaca teks book.
Banyak hal yang tak terlupakan dari beliau, mulai dari bagaimana beliau menganalogikan mobil sebagai bentuk dari sebuah perusahaan, menganalogikan tuning dalam radio sebagai bentuk keselarasan tujuan (goal congruence) dan yang paling saya inget kalau sampai ada kata anu maka sang dosen langsung nyeletuk, “anumu di dalam celanamu itu…!!!“. Guyonannya sangat nyelekit dan menjatuhkan mental tapi hal itulah yang tak terlupakan dari beliau, semoga beliau diberi umur panjang….
Ada satu pertanyaan menggelitik yang ditulis seorang adik kelas waktu saya kuliah, yang kebetulan juga kebingungan. Dia menulis status di facebooknya yang tulisannya begini: “apa bedanya sistem pengendalian manajemen dengan pengendalian internal”. Saya coba membayangkan… siapa tahu masih ada yang membekas di kepala saya mengenai kedua bahasan topik akuntansi itu, tapi ternyata tak ada gambaran sama sekali, karena dua ilmu tadi sudah terkubur entah dimana… nisannya aja gak ada, gimana mau digali?
Semenjak itu saya mengobrak-abrik segunung file-file softcopy, yang kalau di cetak dalam bentuk nyata berupa dokumen mungkin bisa berkali-kali lipat tebalnya daripada buku Accounting Principle-nya pak Warren. Saya coba untuk nggreseki satu per satu file, siapa tahu ketemu materi yang mbahas sistem pengendalian manajemen maupun pengendalian internal.
Di file powerpoint audit-nya Boynton, saya menemukan satu chapter yang sepenuhnya membahas masalah pengendalian internal. Namun sebagai pembanding terhadapnya, materi mengenai sistem pengendalian manajemen, belum juga saya temukan. Tapi mulai terbersit pula gambaran yang membedakan kedua topik akuntansi tadi. Pengendalian internal lebih condong pada hal pencegahan terhadap adanya penyimpangan, sementara pengendalian manajemen lebih menitikberatkan pada perancangan sistem manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Jadi lingkup dari SPM lebih luas daripada hanya Pengendalian Internal. Selain itu keduanya merupakan kesatuan yang tak terpisah, Pengendalian internal merupakan hal yang bersifat lebih teknis sedangkan sistem pengendalian manajemen lebih bersifat konsep strategis.
Pengendalian Internal memiliki langkah-langkah yang lebih jelas, salah satunya langkah-langkah pengendalian menurut COSO (Committee of Sponsoring Organizations of Treadway Commissions). Dalam pengendalian internal versi COSO disebutkan bahwa ada 5 komponen dan 26 sub komponen yaitu:
1. Lingkungan Pengendalian
- Integritas dan Nilai Etika
- Komitmen pada Kompetensi
- Filososfis Manajemen dan Gaya Operasi
- Struktur Organisasi
- Penetapan Otoritas dan Pertanggungjawaban
- Kebijakan Prosedur dan SDM
2. Penilaian Risiko
- Perumusan Tujuan Secara Keseluruhan
- Perumusan Tujuan Instansi Pada Tingkat Kegiatan
- Identifikasi Risiko
- Analisis Risiko
- Mengelola Risiko
3. Aktifitas Pengendalian
- Review pencapaian kinerja utama instansi pemerintah oleh jajaran pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan
- Pembinaan SDM untuk mencapai hasil yang diharapkan
- Pemrosesan informasi
- Pengendalian fisik aset rawan untuk menjaga dan mengamankan aset yang rawan
- Penetapan dan pemantauan indikator dan ukuran kinerja
- Pemisahan tugas dan tanggung jawab penting di antara pegawai yang berbedauntuk mengurangi kesalahan, pemborsan, atau kecurangan
- Pelaksanaan trasaksi da kejadian berdasarkan otorisasi dan dilaksanakan oleh pengawas yang layak
- Pencatatan transaksi dan kejadian penting lainnya diklasifikasikan dan dicatat secara layak.
- Pembatasan akses dan pertanggungjawaban atas sumber daya (SD) dan pertanggungjawaban atas penyimpangan ditetapkan
- Pengendalian intern dan semua transaksidan kejadianpenting lainnya didokumentasikan secara jelas.
4. Informasi dan Komunikasi
5. Monitoring
Untuk mencapai pengedalian internal yang baik maka sebaiknya kelima komponen diatas terpenuhi semuanyah…. tapi tetep ingat konsep bahwa semuanya harus dihitung benefit cost nya, jangan sampai pengendalian internal memakan cost yang lebih besar daripada manfaat yang diperoleh.
*) Prof Arief Suadi MBA